Members Links (Text only)

Jumat, 28 Januari 2011

Teori Allport : Psikologi Individu

Riwayat Allport
Gordon W. Allport di lahirkan di Indiana pada tahun 1897 tetapi dibesarkan serta mendapat pendidikan yang mula mula di Cleveland. Ayahnya seorang dokter, saudaranya tiga orang dan semuanya laki laki. Dia menyelesaikan pelajaran “Undergraduate” nya di Harvard University. Pada Tahun 1919 menyelesaikan pelajarannya dengan keahlian pokok ilmu Ekonomi dan filsafat. Setelah itu ia mengajar di Istambul dalam mata kuliah Sosiologi dan Bahasa Inggris. Kemudian kembali lagi ke Harvard untuk belajar dan tahun 1922 mendapat Ph. D. dalam psikologi.
Pokok-pokok Teori Allport
1.    Struktur dan Dinamika Kepribadian
Bagi Allport struktur kepribadian dinyatakan dalam sifat sifat (traits) dan tingkah laku di dorong oleh sifat- sifat (traits). Jadi struktur dan dinamika itu pada umumnya satu dan sama. Sikap eklektis Allport nyata sekali dalam banyak konsepsi (pengertian) yang diterimanya sebagai sesuatu yang berguna untuk memahami tingkah laku manusia. Allport berpendapat bahwa masing masing pengertian refleks bersyarat, kebiasaan, sikap, sifat, diri (self) dan kepribadian itu kesemuanya masing masing adalah bermanfaat.
Definisi Alport tentang Kepribadian
a.    Kepribadian Watak dan Temperamen
1.    Kepribadian
Allport mendefinisikan kepribadian itu sebagai “What a man really is”. Tetapi definisi itu dianggapnya sendiri kurang memadai dan terlampau singkat, dan karena itu lalu dikemukakannya definisi yang lebih memadai, Menurut Allport, Kepribadian adalah organisasi dinamis dalam individu sebagai system psikofisis yang menentukan caranya yang khas dalam menyesuaikan diri terhadap lingkungan.
2.      Watak (Karakter)
Allport menunjukan bahwa biasanya kata watak menunjukan arti normatif, dia menyatakan bahwa character is personality evaluated and personality is character devaluated”. (Allport 1951, p. 52)
3.       Tempramen
Tempramen adalah disposisi yang sangat erat hubungannya dengan faktor-faktor biologis atau fisiologis dan karenanya sedikit sekali mengalami modifikasi di dalam perkembangan. Peranan keturunan atau dasar disini lebih penting/ besar daripada segi segi kepribadian yang lain.
“Tempramen adalah gejala karakteristik dari pada sifat emosi individu, termasuk juga mudah tidaknya terkena rangsangan emosi, kekuatan serta kecepatannya bereaksi, kualitas kekuatan suasana hatinya, segala cara dari pada fluktuasi dan intensitat suasana hati, gejala ini tergantung kepada factor konstitusional dan karenanya terutama berasal dari keturunan”. (Alport, 1951, p. 54)
b.      Sifat (Trait)
Sifat adalah Sistem neuropsikis yang digeneralisasikan dan diarahkan, dengan kemampuan untuk menghadapi bermacam-macam perangsang secara sama, memulai serta membimbing tingkah laku adaptif dan ekspresif secara sama (Allport, 1951,p.289)
Perbedaan sifat dengan beberapa pengertian yang lain:
a)    Kebiasaan (habit)
Sifat (trait) dan Kebiasaan (habit) kedua duanya adalah tendens determinasi, akan tetapi sifat itu lebih umum, baik dalam situasi yang dicocokinya maupun dalam response yang terjelma darinya.
b)   Sikap (attitude)
Menurut Allport perbedaan antara sifat (trait) dan sikap (attitude) sukar diberikan, kedua duanya itu adalah predisposisi untuk berespons, kedua duanya adalah khas, kedua duanya dapat memulai atau membimbing tingkah laku, keduanya adalah hasil dari factor genetis dan belajar.
c)    Tipe
Allport membedakan antara sifat dan tipe. Menurut dia orang dapat memiliki sesuatu sifat, tetapi tidak dapat memiliki suatu tipe. Tipe adalah konstruksi ideal si pengamat, dan seseorang dapat disesuaikan dengan tipe itu tapi dengan konsekuensi diabaikan sifat sifat khas individunya.
c.       Proprium
Allport mengemukakan, hendaknya semua fungsi self atau ego disebut fungsi proprium (propiate function) daripada kepribadian. Fungsi- fungsi ini (termasuk kesadaran jasmani, self identity, self es-teem, self extention, rational thinking, self image, propriate striving dan fungsi mengenal) semuanya adalah bagian bagian yang vital dari pada kepribadian.
d.      Otonomi Fungsional (Functional Autonomy)
Otonomi fungsional berbeda dari pengertian umum bahwa sesuatu tingkah laku itu, misalnya mula mula pemburu itu berburu untuk mencari makan, kalau ini sudah terpenuhi dia berburu untuk menyatakan dasar agresinya. Otonomi fungsional menyatakan bahwa pemburu akan tetap berburu walaupun tidak ada arti instrumentalnya artinya tanpa ada dorongan agresi atau kebutuhan yang lebih pokok dari itu yang mendasari perbuatan itu.
2.    Perkembangan Kepribadian
Melihat dari teori otonomi fungsional itu nyatalah bahwa individu itu dari lahir mengalami perubahan perubahan yang penting.
a)      Kanak-kanak
Allport memandang neonatus itu semata mata sebagai makhluk yang diperlengkapi dengan keturunan keturunan, dorongan- dorongan/ nafsu-nafsu dan refleks- refleks. Jadi belum memiliki bermacam- macam sifat yang kemudian dimilikinya. Dengan kata lain belum memiliki kepribadian.
b)      Transformasi kanak kanak
Macam macam mekanisme atau prinsip yang dipakai untuk membuat deskripsi mengenai perubahan perubahan sejak kanak kanak sampai dewasa yaitu; diferensiasi, integrasi, pemasakan, belajar, kesadaran diri, sugesti, self-esteem, Inferiority dan kompensasi, mekanisme mekanisme psikoanalitis, otonomi fungsional, reorientasi mendadak trauma, extension of self, self-obyektification, instink dan humor, pandangan hidup pribadi.
c)      Orang Dewasa
Pada orang dewasa faktor faktor yang menentukan tingkah laku adalah sifat sifat (traits) yang terorganisasikan dan selaras. Sifat sifat ini timbul dalam berbagai cara dari perlengkapan perlengkapan yang dimiliki neonatus.

Tidak ada komentar: