Members Links (Text only)

Minggu, 30 Januari 2011

SEJARAH DAN DEFINISI PSIKOLOGI KLINIS


1.1. Sejarah Psikologi Klinis
Sebagaimana kita ketahui bahwa Ilmu Psikologi yang kita pelajari saat ini adalah ilmu yang lahir dan berkembang dari filosofi Barat dan sampai saat ini pun masih menggunakan teori-teori dari negara-negara maju seperti Eropa dan Amerika. Oleh karena itu, sejarah yang akan diceritakan pada diktat ini adalah sejarah perjalanan dan perkembangan Psikologi Klinis di Amerika Serikat. Perjalanan Psikologi Klinis secara garis besar dapat dibagi dalam lima (5) periode yaitu periode awal, periode konsolidasi, periode perkembangan yang pesat, periode perkembangan profesionalitas serta perkembangan saat ini dan yang akan datang. Agar lebih jelas, masing-masing periode diuraikan di bawah ini.

Periode 1 : Tahun-Tahun Awal
Psikologi muncul sebagai sebuah ilmu pada akhir abad 19 di Eropa dan Amerika. Tiga perkembangan sosial yang memacu perubahan dan membuatnya menjadi mungkin dan penting yaitu :
1.    Revolusi Industri; peningkatan perpindahan kembali kelompok masyarakat dan keluarga berkaitan dengan birokrasi dan hubungan impersonal pada banyak area kehidupan
2.    Perkembangan keilmuan dan peningkatan kepercayaan diri orang-orang pada saat ini merupakan sebuah dasar bagi perkembangan manusia
3.    Sebuah pandangan yang baru tentang manusia, menambahkan asumsi-asumsi yang rasional dan hedonis dari sebuah ketertarikan dalam romantisme, irasional dan impuls-impuls primitif dan misteri-misteri seperti hipnosis dari abad ke-18

Pada perode ini banyak peristiwa yang menjadi awal dari lahirnya Psikologi sebagai keilmuan yang empiris, logis dan sistematis. Diantaranya adalah :
  1. didirikannya laboratorium psikologi pertama oleh Wilhem Wundt di Leipzig, Jerman pada tahun 1879
  2. Penerapan pengukuran dan statistik pada karakeristik-karakteristik manusia oleh Francis Galton di Inggris pada tahun 1880-an
  3. penelitian yang dilakukan oleh William James di Amerika Serikat terhadap aspek-aspek dalam psikologi dan memetakan konsep-konsep filosofi untuk mendukung keilmuan pada tahun 1880-an.
  4. dibukanya praktek pribadi yang menangani permasalahan psikologi oleh Sigmund Freud di Vienna, Austria dan publikasi dari salah satu buku pertamanya, The Interpretation Of Dream pada tahun 1900 yang kemudian menularkan suatu ketertarikan dalam aspek-aspek psikologis dari penyakit mental dan pemahaman klinis

Periode 2 : Waktu Konsolidasi
Tahun-tahun antara dua perang dunia dari abad ke-20 membawa pertumbuhan dalam  jumlah, peningkatan dalam keilmuan psikologi dan perkembangan dari sebuah pola standar untuk organisasi pelayanan psikologis. Dalam ide-ide dan konsep-konsep yang nyata, psikoanalis Freudian menjadi orientasi yang dominan walaupun Adler, Jung dan anggota-anggota yang membelot dari sekolah Psikoanalisa yang asli juga memiliki pengikutnya. Gerakan Behavioris yang diawali oleh John Watson juga sangat kuat mempengaruhi aktifitas penelitian psikologi tapi dirasakan bukanlah sebagai psikologi klinis yang sebenarnya sampai sekarang.

Periode 3 : Perkembangan yang Pesat
Selama dua (2) atau tiga (3) dekade setelah Perang Dunia 2, Psikologi Klinis benar-benar melangkah pada kemajuan kearah sebuah profesi. Banyak psikolog yang telah mengembangkan ide-idenya kepada sejumlah aktifitas yang bervariasi selama perang telah siap dengan ide-ide baru, organisasi-organisasi baru dan praktek. Profesi ini menjadi sangat dipandang, dan menarik mahasiswa dalam jumlah yang besar sehingga jumlahnya meningkat dengan pesat. Profesi-profesi kesehatan mental yang lainnya juga berkembang dan menetapkan standar-standar. Contohnya American Psychiatric Assosiation menerbitkan Diagnostic and Statictic Manual (DSM) yang pertama tahun 1952. Psikolog-psikolog yang bekerja pada setting-setting medis kemudian menggunakan bahasa DSM dan spesifikasi-spesifikasi dalam mencatat kondisi-kondisi psikopatologi pasien. Selain DSM, terdapat model dan jenis pengklasifikasian yang digunakan di negara-negara bagian yaitu The International Classification of Disease (ICD). Dari waktu ke waktu terdapat revisi-revisi resmi dari DSM dan ICD. DSM dan ICD ini memberikan cara-cara yang diperlukan terhadap masalah-masalah pengkategorian dan pelaporan dari penyakit mental. 

Apa yang dilakukan oleh psikolog klinis Amerika pada tahun 1950-an dan 1960-an sangat berbeda dengan yang dilakukan oleh ahli klinis pada tahun 1930-an. Psikoterapi pada saat ini merupakan aktifitas yang penting dari psikolog-psikolog dan beberapa dari mereka menyatakan bahwa ini juga lebih menariknya daripada diagnosa atau pekerjaan pengukuran. Psikoanalisa dan cabang-cabangnya masih merupakan teori-teori yang dominan tapi ide-ide lainnya menggantikan seperti Roger, therapy client-centered, Eksistensialisme dan teori Sosial Learning. Pengukuran masih merupakan sebuah tanggung jawab yang penting tapi dengan suatu penekanan pada karakteristik-katakteristik kepribadian daripada inteligensi. Sejumlah besar teknik-teknik pengukuran tersedia, sehingga memilih salah satu yang paling sesuai untuk satu kasus merupakan keterampilan yang penting. Interpretasi dari hasil-hasil tes merupakan suatu tanggung jawab utama, sejak skor-skor merupakan nilai yang terbatas, khususnya dengan teknik proyektif.

Sejalan dengan perkembangan psikologi, terdapat penemuan-penemuan penting dalam pengobatan yang mempengaruhi perlakuan terhadap pasien-pasien psikiatri. Psikiater-psikiater dan dokter-dokter memiliki sejumlah obat-obatan yang jenisnya beragam untuk mengatasi gangguan mental. Bermacam obat penenang dan antidepresant dikembangkan untuk kecemasan dan masalah-masalah lainnya. Chlorpromazine merupakan salah satu obat kimia yang digunakan untuk menyembuhkan Schizophrenia. Prosedur-prosedur bedah otak seperti lobotomi dan terapi elektrokompulsif dikembangkan. Keberhasilan-keberhasilan di awal seringkali dilemahkan oleh banyak pengalaman dan beberapa perlakuan seperti lobotomi yang secara nyata ditinggalkan. Psikolog-psikolog seringkali terlibat dalam mengevaluasi akibat-akibat dari obat-obatan dan prosedur-prosedur yang bervariasi ini.

Periode 4 : Perkembangan Campuran dan Peningkatan Profesionalitas
Sebuah catatan yang signifikan timbul dari sebuah penelitian masal dari kebutuhan kesehatan mental masyarakat Amerika adalah Aksi Kesehatan Mental Komunitas yang ditandatangani oleh Presiden John F Kennedy tahun 1963 sebelum ia meninggal dalam pembunuhan. Hal ini menunjukkan bahwa kesehatan mental untuk pertama kalinya menjadi sebuah perhatian nasional dan memberikan kesempatan kepada psikolog-psikolog klinis dan pekerja-pekerja kesehatan mental lainnya. Sebuah era baru kelihatannya terbuka untuk kesehatan mental dan untuk Psikologi. Tahun 1960-an membawa pengalaman sosial dan optimistik, banyak darinya berkaitan dengan intervensi-intervensi psikologis. Beberapa psikolog-psikolog menjadi terkait dengan isu-isu yang lebih luas daripada treatment individual, seperti kesehatan publik dan pencegahan, dan mulai menjadi sebuah keahlian pada akhir 1960-an yang disebut Psikologi Komunitas.

Periode 5 : Perkembangan Saat ini dan Yang Akan Datang
Sekarang ini di Amerika, secara nyata bersama-sama dengan bidang pengobatan dan kesehatan, Psikologi merespon pada kekuatan keberuntungan yang mempengaruhi penelitian dan pelayanan kesehatan. Psikolog-psikolog akademis menjadi lebih tergantung pada pembiayaan federal di Amerika Serikat untuk gaji dan promosi mereka. Untuk praktisi, tiga kekuatan datang dan menjadi inti : (1) kompetisi untuk mendapatkan sumber daya, (2) perhatian untuk menghindari tanggung jawab dan (3) pertanyaan dari efektifitas psikoterapi, khususnya dalam kaitannya dengan pengobatan.


1.2. Definisi dari Psikologi Klinis
Kata ‘Clinical’ berasal dari bahasa Yunani ‘klinike’ yang memiliki arti praktek pengobatan pada orang sakit atau sakit mental. Banyak definisi tentang Psikologi Klinis diantaranya adalah :
1.    “Clinical Psychology is the area of psychology concerned with aberrant, maladaptive or abnormal behaviour”(Reber, 1995, p.130)
Psikologi Klinis merupakan wilayah dari psikologi yang memperhatikan perilaku yang aneh, maladaptif atau abnormal
  1. Psikologi Klinis adalah suatu bentuk psikologi terapan yang bertujuan untuk mendefinisikan kapasitas dan karakteristik perilaku dari seorang individu melalui metode-metode pengukuran, analisa, dan observasi yang berdasarkan integrasi penemuan-penemuan ini dengan data yang diperoleh dari pemeriksaan fisik dan riwayat sosial, memberikan saran dan rekomendasi untuk penyesuaian yang layak terhadap individu tersebut (Philip C. Kendal&Julian D. Norton-Ford)
3.    “The field of clinical psychology integrates science, theory, and practice to understand, predict, and alleviate maladjustment, disability, and discomfort as well as to promote human adaptation, adjustment, and personal development. Clinical psychology focuses on the intellectual, emotional, biological, psychological, social, and behavioral aspects of human functioning across the life span, in varying culture, and at all socioeconomic levels” (APA Division 12, 1992)
Bidang dari Psikologi Klinis mengintegrasikan ilmu, teori dan praktek untuk memahami, meramalkan dan mengurangi ketidaksesuaian, ketidakmampuan dan ketidaknyamanan dengan tujuan untuk meningkatkan kemampuan manusia dalam beradaptasi, menyesuaikan diri, dan mengembangkan diri. Psikologi Klinis menekankan pada aspek-aspek keberfungsian intelegensi, emosi, biologis, psikologis, sosial dan perilaku manusia di sepanjang kehidupannya dalam budaya yang berbeda dan pada semua tingkat sosial ekonomi.

Berdasarkan definisi-definisi di atas maka dapat disimpulkan bahwa psikolog klinis merupakan sebuah profesi yang dikenal publik sebagai individu yang dilatih dan kompeten untuk bekerja dengan jenis-jenis permasalahan manusia. Seperti profesi yang lainnya maka psikolog klinis memiliki :
      a. Sebuah ‘badan’ dari pengetahuan psikologi
      b. Sejumlah keterampilan-keterampilan dan kemampuan
      c. Sikap-sikap yang berkaitan dengan etika
Ketiga aspek di atas akan dibahas secara singkat dalam diktat ini.

Tidak ada komentar: